Rabu, 26 Januari 2011

MUTIARA-MUTIARA FAJAR

“Aku senantiasa merindukan setiap kata darimu, kebijakkanmu memberiku inspirasi, keteguhanmu memberi teladan tuk tegar menghadapi irama-irama kehidupan, engkau Guruku… tak mampu kupersembahkan simbol kebanggaan untuk engkau… karena lebih dari kebanggaan yang ku bahasakan. Guruku kuingin abadikan sosokmu dalam hidupku, nasehat untukku akan selalu berusaha aku teguhkan pada perjalanan hidupku… restumu akan menjadi bekal yang tak pernah habis aku resapi, Guruku kau kebangganku” ^_^

Dan ini mutiaramu yang menerangi fajar-fajarku…

“ARTI SAHABAT” dalam ilmu nahwu seperti “LAA NAFI” yang tidak berpengaruh buruk pada teman, sehingga jadi “NUN TAUKID” yang selalu menguatkan… janganlah seperti “MUDHOF ILAIH” yang bergantung pada orang lain… tapi jadilah seperti “QOD” yang selalu bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita dan janganlah egois seperti “AMIL NAWASIKH” yang suka memutuskan atau merusak persahabatan… tapi jadilah seperti “HURUF ATHOF” yang bisa menyambung tali persahabatan dengan kejujuran dan kesetiaan… Yuk STM… he3

Berani mainkah? Malam ini? Main apa? STM donk… Yuk agar hidup kita berkah…‘^_^”BE N Ar”*_+’

Berkahnya malam, berkahnya Islam, berkahnya qiyam, akan membawa mudahnya melewati ujian segala macam… semua itu akan aman dengan STM… Yok kita jalani STM semoga Tuhan berikan berkahnya disegala macam… Amiyn3x ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Ditengah malam yang sunyi, tak ada yang lebih pantas aku jalani kecuali sujud, rukuk kepada Ilahi untuk mencurahkan isi hati…hanya kepadaNya…YA ALLAH…! Hanya engkau yang aku tuju… segala sesuatu berada dalam genggamanmu… aku yakin dengan STM, segalanya akan engkau mudahkan… dan diterima disisihMu…Amiyn…wahai hamba Tuhan yuk kita lakukan. ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Alangkah sejuknya hati tatkala aku bisa berdoa untuk kamu dan kamu bisa berdoa untuk aku. Dimalamyang sunyi dimana hamba Allahsemuanya pada tewas semu…yuk olahraga tengah malam…kata Prof. Dr. Darwes…h3 ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Nikmati bangun malam dengan maksimal… InsyaAllah akan dimudahkan olehNya disegala hal duniawy…Amiyn…3x ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Tata hati… Biqyaamullayli…yuk! ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Hallo… kamu masih ragu… dengan apa yang kamu jalani dimalam yang sunyi sepi tuk menghadap Illahi Rabby…jadikan amalan abady setiap malam hari InsyaAllah kita akan termasuk orang yang dimudahkan olehNya urusan duniawy… karena ini bagian dari ajang ikhtiar bathin… Yuk! ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Sucikan hati dengan sujud terhadap ilahi dimalam sunyi, dengan langkah pasti kita menuju Ridlo Illahi… yuk bangun bangun yuk…! Demi ridloNya Amiyn

Walau kita tak punya uang namun kita punya Tuhan, yuk kita dekati Tuhan agar punya uang…dengan bertasbih, tahmid, takbir, dan sujud di tengah malam… InsyaAllah apa yang kita angan-angan terkabulkan… Amiyn…x999……

Sungguh sayang sekali jika aku hidup tak mampu menikmati heningnya tengah malam dengan rukuk, sujud, kemudian bertasbih, tahmid, dan bertakbir… alangkah sejuknya jiwaku kala itu… andaiakan aku bisa jalani ya Allah… bimbinglah hambamu yang hina ini dijalan yang engkau ridloi… aku memang tak layak mendapat nikmat dan rahmatmu… namun aku tak sanggup hidup tanpa rahmat dan nikmatmu… Ya Rabby…… ‘^_^”BE N Ar”*_+’

STM… adalah olahraga sirry, yang menuju ridlo ilahi… yuk dihuni dan dijalani……‘^_^”BE N Ar”*_+’

Yuk STM saudaraku… ‘^_^”BE N Ar”*_+’

Hidayah Allah SWT. diberikan kepada setiap hambaNya yang beriman dan yang di kehendakiNya serta berharap kepadaNya… dengan STM barang kali kita dapat hidayahNya… Amiyn…

Hal yang terindah dari wanita adalah bukan saat ketika ia tersenyum karena bahagia, tetapi saat butiran air matanya terjatuh dalam doa. Bukan karena kata-katanya yang indah, tetapi pada saat ia diam dalam dzikir. Bukan karena kecantikan yang mempesona, tetapi karena sujud dan rukuknya yang tak terhenti. Bukan karena keelokan tubuh yang ia pamerkan, melainkan karena keteguhannya dalam menjaga auratnya “maka ia adalah permata yang dirindu dan embun yang dinanti, bahkan bidadaripun cemburu padanya.” STM Yuk…!

Begitu lembut kau mengundang kami menikmati damainya akhir malam bersamamu… semoga Allah SWT tak berhenti mencintaimu serta semua orang yang engkau cintai dan kami yang mencitaimu…, Guruku mekar selalu engkau di hati kami.

Yang bangga padamu
Lathifah

Persembahan kepada Guru kami tercinta, Bapak Nur Ahmad. S.

Senin, 24 Januari 2011

DON'T LET ME GO

Hilir mudik kesibukan kampoeng Inggris, Pare, mulai tampak pagi ini. Anak-anak muda memacu gerak mereka menyongsong masa depan, menuju tempat-tempat kursus yang menyambut jalan mereka menuju sukses. Tak terkecuali dengan Cista, ia mulai mengayuh sepedanya menuju kursus pronunciation pagi ini, ia memang sengaja mengambil kelas itu selain untuk memfashihkan bahasa Inggrisnya ia juga tidak ingin menyiakan liburan semester kali ini yang lumayan panjang. Walau wajahnya masih tampak pucat karena tangisnya tadi malam, ia tetap berangkat, baginya belajar adalah hiburan, dan ia berharap belajar akan menghibur hatinya.
“Bunda…. Cista, berangkat dulu. Assalamu’alaikum” sambil mencium tangan bundanya tercinta.
“hati-hati ya Nak?” dengan menepuk-nepuk pundak Cista penuh sayang. Lalu kembali sibuk menyapu halaman depan yang tidak terlalu luas.
^_^
Malam sabtu yang selalu dinantikan Cista, ia tidur larut malam tanpa khawatir paginya akan mengantuk, seperti liburan kuliah kursusunya pun memberi liburan dua hari, sabtu dan minggu. Cista hampir tak pernah melewatkan satu malampun tanpa kontak dengan Farhan, baik SMS atau telpon. Begitu pula mala mini, Untuk kesekian kalinya Handphone Cista bergetar. Masih SMS dari Farhan yang diterima. Awalnya Cista hanya menanggapi SMS Farhan dengan santai sambil berbaring diatas kasur dan mendengarkan lagu-lagu favoritnya dari file laptopnya. namun untuk yang sekian kalinya ia tak lagi bisa tersenyum.
U prmslhkan fto2q dg tmn2 cew lain
Tp knp u bebas memasng ftomu dg mas Ary di FBmu
Pdhl u blg haram berfoto dg q…dg alasan yg macm2, menjg kesucianlah
Tp trnyat yg kuliht tak sm, q mrasa trbohongi oleh kt2 sucimu….
Tanpa konfirmasi air mata Cista berderai. Ia tak tahu jawaban seperti apa untuk membalas SMS Farhan agar ia mengerti hatinya. SMS Farhan diterima lagi sebelum Cista membalas yang sebelumnya.
Dek maafkan aku ya…
Sebenarnya yg salah it hatiq, terlalu mudah cemburu

Kemudian Cista hanya membalasnya dengan singkat.
Just feel free whatever you wanna do for me.
Ia belum siap menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya, meskipun sebenarnya ia sudah punya jawaban. Hingga akhirnya terdengar berulang-ulang panggilan masuk dari Farhan, dan Cista hanya mereject atau hanya membiarkannya karena malam telah larut dan kepalanya tiba-tiba pusing tidak tertahankan. Ia merasa perlu istirahat dan membicarakan masalahnya dengan Farhan dalam keadaan sehat adalah lebih baik. Cista lalu terlelap dalam keadaan lampu kamar masih menyala dan sesekali Handphone Cista bordering, panggilan masuk dari Farhan yang merasa sangat bersalah atas apa yang telah ia katakan. Ia terus berusaha mencoba menghubungi Cista ia benar-benar mencintainya, baru kali ini Farhan bisa jatuh Cinta yang murni dari hatinya yaitu kepada Cista. Dimata Farhan Cista adalah mutiara hatinya, hidup, bercahaya dan bertahta menguasai hatinya.
^_^
Awalnya Cista dan Farhan hanya berteman biasa. Mereka kuliah di Universitas yang sama, hanya berbeda fakultas. Awal semester pertama Cista belum mengenal seorang pun, kecuali Farhan, sahabat mantan Cista di SMA dulu, Dewa. Farhan hanya mengenal Cista sebatas cerita dari Dewa. Oleh karenanya Ia merasa bertanggungjawab untuk membantu Cista, Karena Cista adalah pacar sahabatnya, meskipun saat itu Cista dan Dewa telah putus.
Cista dan Dewa menjalani hubungan hanya sekitar enam bulan. Mereka akhirnya putus karena Dewa berselingkuh. Dewa merasa Cista selama ini tidak mencintainya, setiap kali ia ajak ngedate Cista selalu menolak. Dewa tidak tahan dengan hubungan yang hanya dalam dunia maya seperti ini, tapi sebenarnya pun Dewa tak ingin berpisah dengan Cista, ia merasa Cista selalu bisa membawa damai dalam kegalauannya. Kesalahan Dewa adalah tidak bisa menjaga kesetiaannya, ia mengkhianati Cista yang sangat mencintainya lebih dari yang ia tahu. Dewa memacari teman sekelas Cista, Luna.
Awalnya Cista tidak percaya cerita teman-temannya bahwa Dewa juga berpacaran dengan Luna. Hingga pada suatu hari Cista tak kuasa lagi menyimpan rasa penasarannya, ia menanyakan kepada Luna, Luna membenarkan bahwa ia memang berpacaran dengan Dewa yang sebenarnya ia telah tahu bahwa Dewa masih pacar Cista. Ia tidak kuasa menolak cinta Dewa yang telah lama ia tunggu. Cista sangat sedih melihat kenyataan ini, ia sama sekali tidak marah, ia sadar bahwa ia memang tidak bisa menjadi kekasih yang baik seperti yang Dewa inginkan. Cista pun berbesar hati membiarkan Dewa memilih Luna. Cista sangat sedih, ia tak ingin lagi mencintai seseorang hingga ia selesai studi S1 dan siap menikah.
^_^
Semester pertama yang sangat berat bagi Cista. Ia tidak terbiasa terpisah dengan keluarga sebelumnya. Tapi mulai sekarang ia harus terbiasa mandiri. Disamping ia harus belajar mandiri ia harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya yang semuanya baru baginya. hanya Farhan satu-satunya orang yang ia kenal dan ia percaya yang dapat membantunya.
Hari demi hari Cista telah berlalu di kota Semarang, tempat ia kuliah. Banyak hal yang telah ia lakukan, dan telah banyak kawan yang telah ia kenal namun kehadiran mereka belum mampu menggeser keberadaan Farhan, yang telah ia anggap kakaknya sendiri. Begitupun Farhan menggap Cista adalah adiknya, keduanya begitu dekat. Kedekatan mereka bukan diartikan sebagai persaudaraan seperti yang mereka rasakan, tapi sebagai hubungan kekasih. Karena mereka melihat kedekatan keduanya bak sepasang kekasih. Namun Cista dan Farhan tak pernah merasa demikian, keduanya hanya merasa nyaman dengan hubungan ini, hubungan yang mereka namakan simbiosis mutualisme yang artinya saling menguntungkan. Meskipun terkadang terbesit dalam hati mereka, ‘benarkah kita bak sepasang kekasih?’. Mungkin karena sebuah prinsip yang mereka pegang teguh yaitu untuk tidak pacaran atau yang serupa dengan itu selama belum lulus kuliah, hingga mereka selalu pandai menyangkal jika sebenarnya ada sesuatu yang tidak biasa tumbuh dan bersemi dalam hati mereka. Mereka pun begitu pintar untuk bersilat lidah menyangkal yang sebenarnya memang benar adanya.
^_^
Malam yang hening, air mata Cista mengalir tanpa ia bisa kendalikan. Hingga tangisnya membuat ia sulit bernafas. Sesuatu yang selama ini dia sembunyikan, mala mini ia beranikan untuk mengungkapkannya. Begitupun Farhan. Tentang kejanggalan hubungan mereka yang mereka sendiri tak paham. Tentang apalagi kalau bukan Cinta. Cinta yang merasuk hati mereka dengan pelan-pelan namun pasti.
Malam itu mereka mengungkapkan segala yang mereka rasakan. Walau hanya dalam huruf yang tersusun melalui SMS, semua yang mereka ungkapkan ampuh membajiri hati mereka dengan air mata. Kegalauan dan rasa penasaran mereka kini terjawablah sudah. Apa yang mereka rasakan selama ini ternyata sama. Cinta itu tumbuh dan bersemi bersama.
Semua telah terungkap sudah. Namun mereka tak tahu harus berbuat apa setelah apa yang mereka ingin tahu telah terjawab semua. Mereka bingung karena kehadiran cinta ini tak mereka harapkan, waktu, tempat dan pada orang yang tak tepat. akhirnya mereka justru memutuskan untuk menjauh. Dan bagi mereka, cinta hanya memisahkan mereka.
Dalam keterpisahan ini, mereka menyadari ini semakin menyakitkan. Keduanya berusaha mencari jalan terbaik. Disudut dunia manapun cinta yang dipisahkan hanya akan menghadirkan kesedihan. Biarkan tetap bersama, biarkan cinta itu ada sebagaimana adanya, hanya menjaga batas-batas sewajarnya yang tak akan mengubah kedua prinsip mereka.
^_^
Semakin hari cinta itu semakin menuntut, adanya rasa cemburu, dan ketidak terimaan. Meski tanpa status cinta itu menuntut, seakan-akan ia diakui dan punya hak. Hingga kesekian malam sampai pada puncaknya, kali ini Cista tak bisa lagi bertahan, cinta itu selalu menuntut, sudah tidak terhitung lagi berapa kali mereka berselisih pendapat yang akhirnya berujung pertengkaran. Dan entah berapakali Cista menangis. Atas nama cinta keduanya berusaha bertahan.
Kali ini Cista memohon untuk menyerah. Biar cinta ini ada sebagaimana adanya. Berpisah dengan baik-baik. Menjadi sahabat sebagaimana sebelumnya itu lebih baik. Mereka tetap bersama hanya rasa diantara mereka saja yang mereka lepaskan.
^_^
Sepulang kursus Cista menghubungi Farhan. Dengan tenang dan tanpa emosi ia mengatakan pada Farhan.
“ let me go dear…” kata-kata itu, sungguh Cista tahu bahwa tak sama dengan apa yang ada dalam hatinya.
Disebarang sana suara Farhan menjawab apa yang diminta Cista.
“ jika menurutmu itu terbaik. OK. Akan aku turuti maumu. Dan mohon maafkan aku” kemudian berakhir salam dan pembicaraan via telpon itu kemudian terputus dengan salam.
Sungguh dalam hati Cista menjerit ia ingin mengatakan sesuatu yang sebenarnya ada dalam hatinya.
“ don’t let me go…” tapi ia tak kuasa.
Kemudian, ia terduduk terpaku dengan ratap kosong. Air matanya mengalir perlahan dan bibirnya berucap.
“ semoga ini air mata terakhir, dan kau cinta terakhir. Aku masih menunggu keajaiban kau kembali”
Akhirnya perpisahan yang selama ini mereka takutkan benar-benar datang, datang ketika cinta sedang mekar seindah-indahnya.

THE END

Jumat, 29 Oktober 2010

MAHASISWA OH MAHASISWA

Mahasiswa oh Mahasiswa
Jauh pergi dari tanah kelahiran
Berjuang demi sebuah kemajuan
Melawan tradisi kebodohan
Berjanji dalam kesungguhan
Terpancar berjuta harapan
Doapun mengiring restu Tuhan

Mahasiswa oh Mahasiswa
Mereka yang tercinta ditinggalkan
Hanya demi hidunya kehidupan
Demi tergenggamnya kesuksesan
Demi masa depan yang menjanjikan

Mahasiswa oh Mahasiswa
Sudahkah kau lakukan
Apa kau masih berpangku tangan
Apa kau masih asyik dalam buaian
Apa masih asyik dengan hayalan

Mahasiswa oh Mahasiswa
Malulah malu pada ucapan
Orasi orasi kau gemborkan
Tapi otakmu balon
Perilaku coba benarkan
Tujuan utama hendaknya diluruskan
Lupakan sejenak tentang pacaran
Mimpi dan cita wujudkan
Ayah bunda masih duduk dalam peraduan
Merindukan kesuksesan putra kebanggaan

*19 oktober 2010*
PENCURI MIMPI

Pencuri mimpiku
Aku bilang “aku akan sukses”
Kau bilang “itu mustahil”
Aku bialng “aku harus berusaha”
Tapi kau bilang “itu sia-sia”
Aku bilang “aku bisa melakukannya”
Kau malah tertawa lalu kau bilang
“dasar pemimpi bodoh”

Kau hanya “pencuri mimpi”
Kau tak punya mimpi
“Hey ’pencuri mimpi’!”
Tertawalah atas kemenangan semu
Kau akan menangis lesu
Kau ketuk istanaku
Kau mengiba penuh malu
Lalu dengarlah apa kubilang
“ini mimpiku yang kau tertawakan”

Selasa, 26 Oktober 2010

SARAH PUNYA MIMPI (By: Lina Lathifah)

SARAH PUNYA MIMPI
(By: Lina Lathifah)

Baru saja sarah selesai melipat mukenahnya sepulang dari sholat jama’ah Isya’di masjid yang tak jauh dari rumahnya, suara Emaknya sudah terdengar memanggil namanya. Segera langkahnya menghampiri asal suara itu.
“Nduk, coba sini bentar mijiti Emak” kata emak sambil mengurut-urut kakinya yang mulai tak kencang lagi.
“Emak capek ya, Sarah ambil minyak urut dulu ya Mak” sigap Sarah pada setiap ucapan Emaknya.
Sarah ingin menangis, tapi ia tahan. Ia tak ingin melihat Emak melihat air matanya. Emak akan lebih terbebani karenanya. Sejak Bapaknya meninggal kehidupan keluarga itu makin susah saja. Untungnya Emak sudah punya pekerjaan sampingan berjualan soto di kantin kampus dekat rumah. Perekonomian keluarga menjadi sedikit ringan, apalagi Sarah sudah tidak perlu lagi biaya untuk sekolah, ia mendapat beasiswa. Ditambah lagi dia masih bisa menabung dari hasil menjadi pembimbing di suatu lembaga kursus bahasa Inggris. Hanya biaya untuk Rahman dan Asna saja yang masih dipikirkan untuk dikirim setiap bulannya, mereka sudah masuk pesantren ketika bapak masih hidup, walaupun ekonomi keluarga sekarang tak seperti dulu, bukan berarti pendidikan Rahman dan Asna terputus, begitulah harapan emak.
*****
Sarah mengayuh sepedanya lebih kencang lagi, sepeda yang ia dapatkan sebagaimana yang ia tuliskan dalam diarinya. Ya, Sarah selalu menulis apa saja yang ia inginkan dalam sebuah diari, kemudian setiap malam pada setiap munajatnya, ia memohon pada Tuhan agar semua itu menjadi kenyataan.
“Tulislah apa yang kamu inginkan, lalu perlihatkan pada Tuhan dalam setiap munajatmu, Tuhan akan mengabulkannya, Nduk!” Begitulah nasehat Bapaknya yang slalu dia ingat.
Mungkin itu terdengar konyol, tapi Sarah yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan semua yang ia tuliskan itu, dan bukti nyatanya adalah sepeda yang kini sedang ia kayuh.
Lima menit lagi kelas yang dibimbingnya akan dimulai, ia selalu berusaha disiplin waktu. Menjadi pembimbing belajar adalah kegiatan yang menyenangkan bagi Sarah, ia bisa belajar sekaligus dapat honor. Dari uang tersebut ia bisa membeli sepeda, membantu Emak membiayai kedua adiknya, Asna dan Rahman. Ia juga masih menyisakan sedikit untuk tabungan.
*****
Halaman diari berikutnya sekarang sudah dihiasi sebuah harapan besar, cukup singkat doanya.
13 Oktober 2010
Tuhan, Sungguh Sarah ingin kuliah di Amerika, belajar sungguh-sungguh sambil bekerja membantu emak untuk membiayai Rahman dan Asna. Berangkat bulan April 2011. Bagaimanapun caranya, meskipun aku hanya anak penjual soto. Aku yakin bisa.
Sarah tak mengerti mengapa ia menulis Negara Amerika sebagai tujuannya, baginya itu tak menjadi masalah, yang terpenting bahwa hidup selalu harus punya target yang harus dicapai.
Diari itu tak langsung ia tutup, ia buka halaman demi halaman, lalu ia baca. Ada halaman yang mengingatkan Sarah tentang janji yang harus ia penuhi. Janji pada Bapak.
Bapak telah tiada, Sarah tidak boleh sedih, Sarah harus menjaga dan membahagiakan Emak, Sarah tak akan menikah sebelum pendidikan Rahman dan Asna selesai, minimal sampai selsesai S1.
Hati Sarah berdesir, air matanya menetes. Sarah takut tak bisa memenuhi janji itu. Ia terlarut dalam tangisnya hingga mimpi membuaikannya.
*****
Waktu menunjukkan jam tiga pagi. Segera ia mengambil wudlu lalu sibuk dalam sujud-sujud tahajudnya, sebelum mengakhiri munajatnya ia mengambil diarinya.
“Tuhan, apa yang hamba inginkan sudah kutuliskan dalam diari ini. Hamba memohon jadikanlah ini menjadi kenyataan, hamba telah berusaha membuatnya nyata namun tanpa kehendakMu semua itu hanya menjadi tulisan belaka”
Ia pun segera mengakhiri tahajudnya, suara emak di dapur menuntun langkahnya untuk segera membantu mempersiapkan jualan soto.
“Emak sudah tahajudan?” Tanya Sarah sambil bergegas memperankan dirinya untuk membantu Emak.
“sudah thoh nduk, tadi Emak bangun setengah tiga” jawab Emak yang sibuk mencuci beras.
“emak mandi saja sekarang biar segar mak, lalu berangkat jama’ah shubuh mak. Biar sarah saja yang menyelesaikan ini semua, percayalah sarah bisa menanganinya” ucap sarah dengan yakin.
“ya sudah ndok, tinggal menanak nasi kok, Emak tinggal dulu ya” emak melangkah pergi meninggalkan dapur dan melangkah menuju kamar mandi.
*****
“Mak sotonya dua ya mak, yang pedes. O ya mak es tehnya dua” ucap salah satu mahasiswa langganan soto emak.
“ya mas, Tunggu sebentar, silahkan duduk dulu” jawab emak sambil meladeni pelanggan lain.
Seorang mahasiswa tinggi, kurus, dan berkacamata. Melangkah cepat masuk warung soto emak seperti sedang kelaparan. Ditangannya sedang memegangi dua kamus besar bahasa Inggris, brosur, dan panduan TOEFL. Langkahnya cepat menghampiri Emak.
“Assalamu’alaikum Mak…, sibuk ya mak” ucap pemuda itu
“Eh Mas Syaiful, pesen soto Mas? Duduk dulu Mas” jawab Emak.
“hari ini tidak beli soto dulu ya Mak, masih kenyang Mak, boleh ketemu Sarah apa tidak Mak?” ucap pemuda itu langsung pada tujuannya.
“eh mau ketemu Sarah thoh? Sarah nyuci piring di belakang. Tungu aja sambil duduk entar Emak buatin soto. Gratis Mas, ini sebagai rasa terimakasih Emak karena Mas Syaiful sudah bantu Sarah belajar bahasa Inggris, selain nilai UN Sarah bagus, dia juga bisa jadi pembimbing bahasa Inggris, lumayan lah Mas jadi bisa meringankan beban Emak, Emak minta maaf ya tidak bisa kasih Mas Syaiful apa-apa” tutur emak panjang lebar
“ah Emak bisa saja. Memang Sarahnya sendiri yang pinter Mak, wajar kalo nilainya bagus, eh itu mak Sarah sudah selesai.O ya mak, Sotonya tidak usah, saya benar-benar sudah kenyang, sudah dulu ya mak mau ketemu sarah” tutur pemuda itu dengan sopan.
Syaiful segera menghampiri Sarah, diapun mulai menerangkan apa tujuannya. Sarah mendengarkan dengan sungguh-sungguh, seperti ada hal penting yang sedang mereka bicarakan. Akhirnya perbincangan serius diantara mereka selesai, sebelum berpisah tak lupa syaiful memberikan dua kamus besar yang dibawanya sebagaimana biasanya setelah mengajari Sarah bahasa Inggris. Namun, ada yang tak biasa kali ini, syaiful juga meminjamkan laptopnya pada Sarah dan raut muka sarah tak seperti biasanya ketika selesai belajar bersama Syaiful.
Syaiful kembali menghampiri Emak lalu mengucapkan terimakasih karena sudah diijinkan bertemu sarah, kemudian ia mohon pamit untuk pergi.
*****
Beberapa malam telah Sarah lewati dengan hati gusar. Seharusnya ia senang mendengar apa yang dikatakan oleh Syaiful siang itu, tapi ia sedih apabila teringat janji yang pernah ia tulis kemudian bayang-bayang wajah Emak, Rahman, dan Asna seakan mengatakan bahwa mereka butuh dirinya. Meskipun Sarah anak perempuan, namun hanya yang bisa diandalkan Emak, karena Rahman masih kelas 3 SD dan Asna kelas 1 SMP.
Sarah belum berani mengatakan apa yang dirasakannya kepada Emak. Dua kamus dan laptop itupun sama sekali belum ia sentuh sejak ia letakkan beberapa hari lalu diatas meja, tak seperti biasanya ketika ia bertemu dengan Syaiful setelah belajar bahasa Inggris dan mendapatkan tugas darinya.
Sejauh ini kegalauan hatinya masih bisa ia atasi sebelum menemukan keputusan yang terbaik. Ia berharap Emak tak tahu hal ini. Sarah takut emak mengijinkannya mengikuti apa yang disampaikan mas Syaiful, karena selama ini emak sangat pecaya dengan syaiful, selain Syaiful pemuda yang baik, dia juga anak seorang rektor universitas dimana emak jualan soto.
Detik-detik telah berlalu begitu cepat. Namun, Sarah masih diam tanpa keputusan pasti.
*****
Hari berganti hari, hingga telah dua minggu Sarah belum punya keputusan. Perubahan sikap sarah sedikit demi sedikit mulai terlihat. sepintar apapun Sarah menyembunyikan kegalauannya sebenarnya Emak sudah mengerti ada yang tidak biasa dengan anak gadisnya itu. Namun, Emak memilih diam menahan kemafhumannya tentang sikap Sarah yang tak seperti biasanya. Sarah yang ceria kini lebih suka melamun.
Pada suatu malam setelah Sarah dan Emak pulang berjama’ah Isya’. Sarah melangkah menuju kamarnya, kembali sarah mengambil diarinya lalu membuka halaman pada tanggal 13 Oktober 2010 seperti yang dilakukannya selama dua minggu setelah bertemu dengan mas Syaiful.
Tiba-tiba emak mengetuk pintu mengagetkan lamunannya. Segera ia menyembunyikan diari itu dibawah bantal kasurnya.
“Nduk, Emak boleh masuk?” suara Emak dari luar.
“iya Mak, tidak dikunci” jawab sarah diiringi suara pintu terbuka.
“Nduk, ceritakan sesuatu pada Emak sesuatu yang membuatmu sedih” kata-kata emak sambil membelai kepala Sarah penuh kasih sayang seorang Ibu.
Bukan kata-kata yang terucap dari mulut Sarah, akan tetapi tutur lembut Emak yang mengena pada poin masalah membuat air mata Sarah tak terbendung lagi. Tangis Sarah pecah dalam pangkuan Emak. Entah bisikan dari mana tiba-tiba tangan Emak mencari-cari sesuatu di bawah bantal, dan akhirnya apa yang dicari Emak ketemu, diari. Emak membaca pada halaman tanggal 13 Oktober 2010 dan membaca brosur beasiswa S1 ke Amerika.
“kamu ingin kesini nduk? Jangan ragu nduk, Emak merestuimu, sejauh ini apa sudah kamu lakukan nduk?” Tanya Emak dengan bijak sambil membelai-belai kepala Sarah.
Hanya gelengan kepala yang diberikan Sarah disertai sisa isak tangisnya.
“inikah yang kamu bicarakan dengan Mas Syaiful dua minggu lalu, Emak yakin nduk dia tak sembarangan meminta kamu untuk mencoba mendaftar ini, dia mengetahui kemampuanmu dan meyakini bahwa kamu akan diterima nduk” nasehat yang begitu bijak tak kalah dengan nasehat guru-guru SMA Sarah yang lulusan perguruan tinggi dengan Emak yang SD pun tak tamat.
“ini mimpimu nduk, emak tak akan menghalangi mimpimu. Sebagaimana pesan Abah untuk tidak melarang apapun mimpi kamu dan adik-adikmu selama itu baik. Berhentilah menangis dan bergeraklah, jangan lewatkan kesempatan ini dan jangan kecewakan mas Syaiful, besok temuilah Mas Syaiful mintalah bimbingannya. Sudah ya nduk Emak istirahat dulu besok Emak harus bangun pagi” Emak hendak berdiri namun tiba-tiba Sarah menahan tangan emak.
“Mak, terimakasih atas doa restu Emak. Tapi Mak….” kalimat Sarah tiba-tiba terhenti.
“tapi apa nduk?” selidik emak penuh rasa ingin tahu.
“siapa yang menemani dan membantu Emak? Asna dan Rahman di pesantren. Siapa pula yang membiayai mereka kalau Sarah pergi, sedang hasil jualan soto hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari” akhirnya Sarah mengungkapkan kegalauannya.
“nduk, wa yarzuqhu min haistu la yahtasib, begitukan janji Allah? Lalu apa yang kamu khawatirkan?” jawab Emak yang membuat Sarah tidak ragu untuk mencoba tes penerimaan beasiswa itu.
*****
Matahari mengintip dari balik jendela kamar Sarah, seakan ingin melihat senyum Sarah yang sudah dua minggu hilang entah kemana. Hari ini Sarah bersiap-siap menemui Mas Syaiful untuk meminta bimbingan. Merasa sudah cukup berhias di depan kaca, kemudian Sarah keluar kamar menuju dapur untuk pamit kepada Emak.
“Emak, Sarah pamit mau menemui Mas Syaiful, mohon doa restunya Mak” sambil meraih mencium tangan Emaknya.
“hati-hati nduk, semoga Ridlo Allah selalu bersamamu” pesan Emak.
“Amin…” jawab Sarah penuh harap.
Sarah melangkah dengan penuh keyakinan. Mimpinya seakan bukan hanya impian lagi. Amerika seakan tinggal melangkah satu kali lagi. Bimbingan dari Mas Syaiful ia perhatikan benar-benar. Usahanya ia maksimalkan. Ia juga memperbanyak latihan-latihan baik dengan mas Syaiful maupun ditemani Emak. Doanya menyatu dengan restu Emak. Rangkaian tes telah ia selesaikan dengan semaksimal mungkin.
*****
Hari ini hari yang ditunggu Sarah. Pengumuman penerimaan beasiswa ke Amerika. Sarah menunggu kedatangan Mas Syaiful di warung soto Emak. Mas Syaiful akan menyampaikan surat keputusan itu kepada Sarah.
Akhirnya yang ditunggupun datang. Surat itu ada ditangan Mas Syaiful. Segera Sarah menerima dan memberikannya pada Emak. Sarah ingin Emak yang membukanya.
“bismillahirrahmanirrahiim….” tangan Emak mengeluarkan isi amplop itu lalu membuka lipatannya dan membacanya. Senyum sumringah Emak melegakan hati Sarah.
“Selamat Nduk, kamu diterima” ucap Emak sambil merangkul Sarah dan mencium pipi merahnya.
Keberangkatannya sama dengan yang pernah ia tulis pada tanggal 13 Oktober 2010. Keajaiban sebuah mimpi yang diabadikan dalam tulisan kembali ia buktikan. Tulisan itu bukan hanya tulisan biasa tapi dari situ ada suatu kekuatan yang kadang tak bisa dinalar. Kekuatan yang bisa memacu diri untuk mewujudkan apa yang tertulis tersebut.

Rabu, 31 Maret 2010

Fenomena Isra Mi'raj dan Astronomi Moderen: [Keterbatasan manusia dalam memahami fenomena alam?]


Tanggal 27 Rajab dikenal sebagai hari Isra Mi'raj -- salah satu hari besar umat Islam. Pada tanggal tersebut berlangsung fenomena penting bagi umat Islam yaitu Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Tepatnya seperti tanggal yang ditunjukkan sejarahwan yaitu tanggal 27 Rajab tahun ke 11 setelah pengangkatan Muhammad sebagai Nabi. Tiap tahun umat Islam Indonesia mengenang peristiwa itu. Mengenang Isra dan Mi'raj berarti juga mengenang fenomena perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW dari masjid al Haram ke masjid al Aqsha dan dari masjid al Aqsha ke Sidratul Muntaha. Fenomena itu diabadikan dalam al Qur'an surat as Isra (memperjalankan di malam hari) ayat 1 yang diterjemahlan ''Maha suci Allah yang memperjalakan hamba-Nya pada suatu malam dan al Masjidil Haram ke al Masjidil Aqsa yang Kami berkahi sekelilingya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui.''

Pada kesempatan itu Nabi Muhammad melihat rupa Malaikat Jibril di Sidratul Muntaha yang digambarkan dalam al Qur'an surat an Najm (bintang) ayat 13-18 yang diterjemahkan sebagai berikut: Ayat 13: ''Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, ayat 14: Yaitu di Sidratul Muntaha (di atas langit ke tujuh), ayat 15: di dekatnya ada surga tempat tinggal, ayat 16: Muhammad melihat Jibril ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, ayat 17: Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya, ayat 18: Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Gambaran pencapaian tempat tertinggi Sidratul Muntaha dalam QS 70 (al Ma'aarij berarti tempat-tempat naik) ayat 3-4 yang diterjemahkan sebagai berikut: ayat 3: Yang datang dari Allah yang mempunyai tempat-tempat naik, ayat 4: Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun). Perekaman fenomena Isra Mi'raj itu dalam al Qur'an merupakan isyarat bahwa fenomena tersebut merupakan fenomena yang monumental bagi manusia. Bagi umat Islam tidak ada keraguan untuk meyakini bahwa fenomena Isra Mi'raj berlangsung dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Sesuai kodrat manusia sebagai mahluk yang berakal, fenomena luar biasa itu melahirkan rasa ingin tahu mekanisme berlangsungnya perjalanan Isra Mi'raj itu.

Di mana gerangan langit ke tujuh dan tempat tertinggi Sidratul Muntaha? Pertanyaan serupa juga pernah tumbuh pada 14 abad yang silam, pada saat manusia masih sukar membayangkan sosok benda langit pengisi alam semesta dan dimensi ruang angkasa yang sangat luas. Pengetahuan tentang kecepatan cahaya baru diketemukan oleh Ole (Olaus) Christensen Romer (1644-1710), astronom Denmark pada 1976 memperoleh pengetahuan kecepatan cahaya melalui keterlambatan kemunculan satelit Jupiter setelah gerhana dibanding dengan prediksi orbit. Romer berkesimpulan bahwa kecepatan cahaya terbatas dan mendapatkan angka kecepatan cahaya sebesar 225.000 km per detik. Pada berlangsungnya fenomena Isra Mi'raj itu manusia belum mempunyai pengalaman menerbangkan wahana antariksa dan ikut terbang di ruang angkasa. Ajaran Islam melalui fenomena Isra dan Mi'raj secara tidak langsung mempertegas bahwa ''manusia'' dapat menjelajah ke tempat yang tinggi. Kini prestasi umat manusia dalam penjelajahan ruang angkasa dapat disaksikan seperti penjelajahan manusia ke bulan pada dekade kedua paruh kedua abad 29 ini dari Pioneer (11 Oktober 1958), pendaratan manusia pertama dengan Apollo 11 (16 Juli 1969) hingga Luna 24 (9 Agustus 1976) wahana tak berawak yang membawa contoh bantuan bulan. Di penghujung abad dua puluh ini berpuluh wahana antariksa telah dilepas dari planit bumi untuk menjelajah mengembara berpuluh tahun atau bahkan beratus tahun ke dunia luar bumi, penjelajahan ke planit Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan lepas dari tatasurya (Pioner 10 (2 Maret 1972), Pioner 11 (5 April 1973), Voyager 1 (5 September 1977 mencapai Saturnus 26 Agustus 1981, Neptunus 25 Agustus 1989) dan Voyager 2 (20 Agustus 1977 mencapai Saturnus 12 November 1980)) berkelana ke ruang antar bintang.

Perjalanan ke langit atau ke obyek langit yang jauh memerlukan waktu bertahun dan bahkan berabad-abad atau berjuta tahun untuk mencapainya. Pengetahuan manusia makin berkembang begitupula penguasaan ilmu dan teknologinya sehingga perjalanan wahana tak berawak semacam itu dapat dilaksanakan. Qur'an surat al Ma'aarij (tempat-tempat naik) ayat 3 dan 4 memberi isyarat bahwa ''lama'' perjalanan seperti Isra Mi'raj itu tidak seperti lama perjalanan yang biasa dilakukan sehari-hari. Malaikat dan roh mencapai sehari yang lamanya 50 ribu tahun. Ada alam ghaib yang bisa dicapai dan pencapaiannya itu disimbolkan dengan beberapa kali lebih lama dibanding dengan perjalanan fisik.

Sekarang (sejak akhir abad 19) difahami kecepatan cahaya 300.000 km/detik merupakan sesuatu obyek tercepat yang dapat diamati manusia, matahari berjarak 8,3 menit cahaya (150 juta km), dimensi tatasurya hanya sekitar 800 menit-cahaya, sekitar 13,3 jam-cahaya. Jarak bintang yang terdekat diketahui 4,3 tahun-cahaya, (satu tahun-cahaya adalah jarak yang setara dengan panjang jejak berkas cahaya yang berjalan selama setahun atau 9.46052973 x 10 pangkat 15 meter). Pada tahun 1934 fisikawan Rusia bernama Pavel Cherenkov menghipotesakan adanya partikel berenergi tinggi dan berkecepatan lebih besar dari kecepatan cahaya. Partikel tersebut dianggap menjadi penyebab adanya radiasi yang lebih biru (radiasi Cherenkov) saat partikel berinteraksi dengan media, seperti sonic boom yang diakibatkan oleh obyek yang berkecepatan melebihi kecepatan suara. Partikel Cherenkov yang hipotetik ini hingga sekarang belum terdeteksi. Menurut teori relativitas khusus yang diketemukan oleh Albert Einstein (1879-1955) pada 1905 tidak terlarang adanya partikel dengan kecepatan lebih besar dari cahaya, partikel itu dinamakan Tachyion, energi dan massanya imaginer. [E={mc pangkat 2 / {(1 -(v/c) pangkat 2} pangkat 1/2} dan m=m0 / {(1 - (v/c) pamgkat 2} pangkat 1/2, m0 massa diam dan v kecepatan obyek bila v > c maka bila v/c > 1 energi, E, dan massa, m, berharga imaginer, E=mc pangkat 2].

Andaikan perjalanan Isra Mi'raj yang semalam itu merupakan perjalanan fisik dan mengikuti hukum alam yang difahami hingga saat ini, lokasi Sidratul Mintaha hanya sebatas tepi tatasurya, benarkah demikian? Betapa tidak mudahnya pemahaman fenomena perjalanan malam itu dalam kodrat manusia telah melahirkan pertarungan antara keimanan dan ketidakfahaman akal atas fenomena perjalanan malam tersebut yang tidak ditemui dalam pengalaman hidup sehari-hari. Walaupun capaian pengetahuan manusia daat ini sudah relatif sangat tinggi dibanding dengan 14 abad yang silam. fenomena Isra Mi'raj itu masih sukar difahami, apalagi pada masa 14 abad yang silam. Sehingga bisa dimengerti timbul sangkaan bahwa perjalanan malam itu tidak masuk akal dan muncul pendapat bahwa fenomena itu hanya ''dongeng''.

Fenomena Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 14 abad yang silam itu multi dimensi dan menarik banyak perhatian umat Islam oleh karena itu menggali hikmah Isra' Mi'raj merupakan upaya yang tak habis-bahisnya sepanjang zaman. Menggali hikmah pemahaman Isra' Mi'raj berpangkal pada peningkatan ketaqwaan dan perluasan pengetahuan manusia. Fenomena Isra Mi'raj memfokuskan ketertarikan manusia untuk mengenal dan memahami langit, fenomena langit dan penjelajahan ruang angkasa.

Seiring dengan penegasan al Qur'an untuk memperhatikan langit berarti juga ajaran Islam menstimulan lahirnya ilmu pengetahuan berbasis pada pengamatan (observasi science).

Hikmah Isra Mi'raj mengajarkan bagi manusia bahwa kemampuan rasionalitas akal yang dikembangkan berdasar pengetahuan empiris manusia mampunyai keterbatasan. Ada suatu kebenaran yang keberadaannya tidak bisa diyakini hanya melalui metodologi sains. Metodologi Sains berbasis pada pengujian pengamatan empiris untuk mengetahui keberadaan dan kareakteristik hukum (fisik) alam. Selain itu ''derajat kekomplitan'' pengetahuan manusia juga terbatas, hanya mendasarkan atas fakta yang tak lengkap atas sesuatu yang teramati. Dalam astronomi misalnya ''tanpa disuguhkan fenomena alam'' atas kehendakNya seperti bintang meledak, kehadiran komet, badai meteor, galaksi-galaksi yang bermilyar tahun cahaya, manusia akan sukar mengetahui keberadaannya atau pengetahuan lain yang diturunkan dari kehadirannya. Manusia tidak bisa mengetahui sarang komet bila tidak didukung oleh fakta-fakta kehadiran komet berkala panjang yang melintas dekat jalur bumi sehingga informasi dari sepenggal perjalanan komet-komet itu dapat dideteksi dengan bantuan teleskop maupun wahana antariksa. Fakta-fakta yang terekam dan terukur itu diolah melalui kemampuan berfikir manusia dan pada akhirnya juga meningkatkan pengetahuan umat manusia. Pengetahuan manusia bertambah sedikit demi sedikit secara evolusi. Melalui kegiatan penelitian secara sistematis manusia memperluas horizon pengetahuan dari 41 planit Bumi ke tepi alam semesta pada masa silam, kini dan masa datang.

Baru pada abad 20 ini umat manusia mengetahui bahwa dimensi alam semesta atau jagad raya ber milyar tahun cahaya. Pengetahuan itu dicapai melewati proses penemuan teleskop pada abad 17. Pengamatan dan mendeteksi galaksi, obyek yang lemah cahayanya. Pada akhirnya kemampuan akal manusia menganalisa fakta yang dihimpun melalui teleskop. Untik itu manusia mengembangkan kemampuan membuat teropong optik atau teropong radio yang lebih besar dan detektor yang lebih sensitif untuk mendeteksi signal informasi yang lemah. Proses itu menghantar manusia sampai pada pengetahuan bahwa alam semesta yang sangat luas, lebih luas dari apa yang difikirkan sebelumnya. Ada kebenaran yang terungkap setelah pengetahuan dan kemampuan manusia bertambah. Pertambahan itu terbatas, pengetahuan yang diberikan manusia sedikit, batas itu tidak diberikan dengan tegas masih bergantung pada upaya manusia untuk menyikapinya. Pengetahuan ini adalah anugerah Allah, jalan untuk mencapainya tak terprediksi sebelumnya. Seperti tidak sangka bisa terjadi penemuan teropong optik pada abad 17 dan teropong radio pada pertengahan abad 20 yang akhirnya menjadi perantara perkembangan pengetahuan astronomi moderen saat ini.

Antara keimanan (percaya tanapa sarat) datang dari informasi terpercaya (al Qur'an) dengan pemahaman yang dibangun oleh akal bisa terpisah oleh waktu. Proses pengertian oleh akal kadang-kadang memerlukan waktu yang lama. PEmahaman atas sesuatu kadang-kadang memerlukan proses yang panjang dan bertahap ada hirarki. Bila persoalan keimanan tanpa sarat dan keimanan melalui rute proses pemahaman terlebih dulu dipaksakan untuk dicarikan titik temunya akan terjadi kegagalan. Dasar keimanan diperlukan. pemahaman akal bisa menyusul kemudian atau bila akal tak bisa mencapainya sepanjang hayat keimanan dapat tetap ada. Tidak semua fenomena alam bisa dimengerti oleh akal dan proses pemahamanannya bisa berlangsung lebih panjang dari usia manusia. akan sangat sukar bila keimanan memerlukan sandaran persaratan pemahanan manusia atas sebuah fenomena, apalagi fenomena kehidupan sehari-hari.

Keimanan hakekatnya adalah memperlancar proses transmisi tentang sesuatu ajaran atau informasi dari sumber yang terpercaya, Allah penguasa adam semesta. Bila akal mencapai pada pemahaman terhadap fenomena seperti Isra Mi'raj, maka sangat diharapkan akan memperkokoh keimanan manusia. Contoh lain adalah

capaian pengetahuan dalam kurun waktu tertentu antara suku terasing dan warga yang sangat maju. Mungkin seorang anggota suku terasing akan terheran-heran melihat film penerbangan antariksa. sesuatu perjalanan yang belum pernah dijalani oleh suku terasing. Ada jurang pemisah komunikasi dan keilmuan, tidak mudah bisa menyakinkan menjelajah ke ruang angkasa. Ketidak mudahan pemahamanan rasio manusia atas fenomena Isra' Mi'raj mungkin disebabkan keterbatasan kemampuan manusia ataukah memang sebuah kodrat bahwa Isra' Mi'raj tak dapat sepenuhnya difahami lewat metologi science yang menjadi dasar-dasar bagi pemahaman manusia modern terhadap fenomena alam. Ada cara lain untuk memahami fenomena dalam kehidupan, perpaduan antara keimanan dan ilmu pengetahuan. Wallahu alam bissawab.