Minggu, 11 Maret 2012

Khasiat Tumbuhan dan Buah-buahan


Sering kali kita tidak menyadari tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga yang berada disekitar kita atau buah-buahan yang sering kita konsumsi ternyata mempunyai banyak khasiat. Beberapa khasiat tersebut telah lama ditemukan oleh para ulama terdahulu, seperti Imam Al Qozwini dalam kitabnya Ajaibul Makhluqot, As Syekh Al Imam Al Alim Al Allamah Ibrahim bin Abdurrahman Al Asroq dalam kitabnya  Tashilul Manafi, Al Imam Al Muhaddist Al Hafidz Muhammad bin Ustman Adz Dzahabi dalam kitabnya At Thib An Nabawi, Al Alim Al Allamah As Syekh Ahmad Addairobiyi dalam kitabnya Mujarrabat Addairobiyi Al Kabir, dan Al Alim Al Allamah Al Barhrul Fahhamah As Syekh Abdurrahman Ash Shafuri dalam kitabnya Nuzhatul Majalis.
Beberapa macam tumbuhan, bunga- bunga, dan buah-buahan yang mengandung banyak khasiat tersebut antara lain:
1.      Lembayung.
Bunga lembayung jika diminum dengan air dapat menyembuhkan penyakit sesak nafas (asma/chonaq). Ibnu Sina berkata: Lembayung menyembuhkan sakit kepala addamawi (sebangsa darah), dengan dicium atau dioleskan menyembuhkan sakit mata yang panas. Sedangkan ulama lain mengatakan: menciumnya berbahaya pada zukkam (Pilek) dan minyak lembayung baik sebagai obat oles untuk penyakit kudis. (Ajaibul Makhluqot, hal:15)
2.      Mulberry (Pohon Ulat Sutra)
Ibnu Sina berkata: Daun ulat sutra yang manis, daun anggur, dan daun tin yang hitam dimasak dengan air hujan bermanfaat untuk menghitamkan rambut. Ulama yang lain mengatakan: daun pohon ulat sutra yang masam bermanfaat untuk penyakit gigi, dan yang berwarna hitam dari pohon ulat sutra diletakkan pada sengatan kalajengking maka sembuh seketika. (Ajaibul Makhluqot, hal:6)
3.      Putri Malu
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang unik, karena jika siang daunnya membuka apabila malam daunnya menutup. Ibnu Sina berkata: daun putri malu persama kulit jauz (pala) bisa untuk menghitamkan rambut. Putri malu juka bermanfaat untuk kudis dan luka. (Ajaibul Makhluqot)
4.      Mawar
Ibnu Sina mengatakan: bunga mawar menetralkan bau keringat jika digunakan di kamar mandi. Para kaum berkata: mawar memotong kutil, mengeluarkan duri dengan tumbuk, menyembuhkan sakit kepala. Membahayakan orang yang pilek, dan mati semua hewan yang timbul dari bau busuk, perasannya bermanfaat untuk sakit mata, keluarnya darah, memudahkan siuman jika dipercikan pada wajah orang yang pingsan. (Ajaibul Makhluqot, hal:42)
Minyak mawar yang dibuat dengan minyak zet itu lebih banyak menguatkan anggota badan, dan yang dibuat dengan minyak wijen banyak menyembuhkan penyakit. (At Thib An Nabawi, hal:104)
5.      Melati
Terdapat dua macam melati yaitu putih dan kuning. Ibnu Sina berkata: yang kering dan yang basah bisa menghilangkan jerawat, banyak menciumnya mengakibatkan kuning wajah, namun bisa membuat sakit kepala akan tetapi sakit kepala sebangsa bulghami (sebangsa dahak) hilang. Ulama lain berkata: melati bermanfaat untuk penderita laqwah (wajah mengo), Falij (mati separuh) dan rematik, minyaknya bermanfaat untuk mengobati penyakit sulit buang air kecil dengan cara dioleskan. (Ajaibul Makhluqot, hal:42)
Melati berwatak panas kering bermanfaat untuk orang-orang tua dan banyak menciumnya menguningkan wajah, minyaknya menghangatkan, jika melati yang kering ditumbuk ditaburkan pada rambut hitam maka menjadi putih. (At Thib An Nabawi, hal:105)
6.      Cendana
Ibnu Sina berkata: cendana bermanfaat untuk sakit kepala, terkejut yang timbul dari sakit panas, diminum atau dioleskan. (Ajaibul Makhluqot, hal:22)
7.      Cengkeh
Ibnu Sina berkata: buahnya mewangikan bau mulut dan menajamkan penglihatan, bermanfaat dari rabun mata.
Sifatnya berwatak panas kering, bermanfaat mengusir angin, menguatkan lambung, membuka nafsu makan, menghilangkan dahak, mengobati penyakit kepala, membunuh ulat, menajamkan pendengaran, menguatkan jantung. Jika meminumnya setengah dirham (24 biji gandum) yang telah ditumbuk, dicampur dengan susu, pda pagi hari sebelum makan apa-apa maka kuat jima’nya. (Tashilul Munafi’, hal:28)
8.      Buah Apel.
Ibnu Sina berkata: perasan daun apel bermanfaat bagi racun, bunga pohon apel menguatkan otak dengan hebat. Ulama lain berkata: perasan apel jika dioleskan pada kaki yang bengkak persendiannya maka sembuh, memakan dan menciumnya menguatkan hati. (Ajaibul Makhluqot, hal:10)
9.      Delima
Ibnu Sina berkata: batang delima hebat sekali untuk mengusir hewan yang gremet juga asap kayunya. Ibnu Sina juga berkata: delima baik untuk gusi yang berdarah, menguatkan gigi yang bergerak, mencegah keluarnya darah. Sayyidina Ali RA berkata: jika kamu sekalian makan delima maka makanlah dengan lemaknya (syahmi) maka sesungguhnya ia membersihkan lambung, dan tidak ada biji delima yang diam di lambung seseorang kecuali menyinarkan hati, dan membisukan syetan was-was selamaa 40 hari. (Ajaibul Makhluqot, hal:15)
Dari sahabat Anas RA: sesungguhnya ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang delima, lantas Nabi SAW menjawab: tidak ada dari suatu delima kecuali di dalamnya ada biji dari delima surga. Dalam riwayat lain tidak ditemukan delima kecuali di dalamnya ada tetesan dari air surga. Dalam riwayat lain pula disebutkan siapa makan delima maka Allah menyinari hatinya. Sahabat Anas ketika menemukan biji delima maka mengambilnya terus memakannya. Dalam sebagian atsar disebutkan dari Ibnu Mathlan  sesungguhnya ia berkata: siapa makan sesuatu yang ada disekitar tangkai buah delima selama tida hari maka aman dari sakit mata selama setahun, siapa menelan tiga biji delima pada tahun itu maka tahun itu aman dari sakit mata. (At Thib An Nabawi, hal:63)
10.  Tebu
Bermanfaat mengobati penyakit batuk, melancarkan air kencing, membersihkan dada dari basah-basah. Diantara keajaiban tebu, jika dipukulkan pada ular satu kali saja maka ia tidak mampu lari atau membalik dan tetap diam pada tempatnya hingga mati. Siapa yang melumat tebu setelah makan maka bahagia. (Ajaibul Makhluqot, hal:28)
Berwatak panas basah, menyembuhkan kasarnya dada, tenggorokan dan batuk, membersihkan basah-basah kantong kemih, batang paru-paru,. Tebu menimbulkan angin, untuk menolaknya kupas kulitnya dan basuh dengan air hangat.
11.  Kurma
Dari Salman binti Qais berkata: Rasulullah SAW bersabda: berilah makan perempuan yang nifas dengan At Tamru (kurma kering), berwatak panas kering bermanfaat menghilangkan basah-basah sebangsa dahak, menguatkan lambung. Namun ada juga kitab yang menerangkan, disamping kurma bisa menguatkan jantung dan anggota badan lainnya juga bisa menimbulkan sakit kepala sebab panasnya dan menimbulkan sumbatan-sumbatan. Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW bersabda: sebaik-baik kurma kamu sekalian adalah al burni menghilangkan penyakit dan tidak ada penyakit di dalamnya dan ia termasuk kurma yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda: kurma al ajwa dari surga ia obat dari racun. (Tashilul Munafi’, hal:19) Rasulullah SAW bersabda: makan kurma aman dari mati separuh badan. (Nuzhatul Majalis)
12.  Pisang
Pisang berwatak panas basah, yang paling baik yang tua, matang, dan manis, bermanfaat pada penyakit kasarnya dada, paru-paru, batuk, luka ginjal, kantong kemih, melancarkan air kencing, melemaskan perut. (Tashilul Munafi’, hal:19)
Ibnu Sina berkata: pisang melancarkan air kencing, menambah mani, akan tetapi bila banyak memakannya menimbulkan sumbatan. (Ajaibul Makhluqot)
13.  Lemon (Jeruk Nipis)
Air lemon hebat sekali untuk menolak racun ular kecil dan ular besar. (Ajaibul Makhluqot, hal:34). Lemon diperas airnya dioleskan pada panu hitam dan digosok-gosokkan pada tempat panu hitam maka sembuh dengan ijin Allah. (Tashilul Munafi’, hal:33)
Manfaat lemon, kulit, dan bijinya berwatak panas basah, perasannya berwatak dingin, dimakan bersama gula menjaga kesehatan, menjaga bulghom (dahak), mencegah sofrowi, membangkitkan syahwat, meminumnya menghilangkan rasa muntah dan rabun mata. (At Thib An Nabawi, hal:96)
14.  Anggur
Anggur kering (zabib) berwatak panas basah, melenturkan badan, menguatkan otot, mewangikan bau mulut, menguatkan lambung. Nabi SAW bersabda: sebaik-baik makanan adalah Azzabib (anggur kering) mewangikan bau mulut, menghilangkan dahak, membersihkan suara, menguatkan ashob (otot) dan washob (sakit terus menerus) dan melambatkan marah. Riwayat yang lain: tetaplah (kamu sekalian) dengan makan zabib, maka sesungguhnya ia mencukupi kekuatan, menghilangkan bulghom, menghilangkan pingsan, gelap mata, membaguskan budi pekerti, menghilangkan susah, menenangkan jiwa. (Tashilul Munafi’, hal:18)
15.  Buah Jeruk
Buah jeruk bermanfaat untuk penyakit farij, perasan kulitnya bermanfaat dari sengatan besar dengan diminum atau dioleskan, kulitnya baik untuk mengobati penyakit baros dan quwaba (sejenis kusta dan dioleskan. Ibnu Sina berkata: letakkan kulit jeruk pada baju maka menolak ulat, baunya dapat menetralkan bau yang kurang sedap dan wabah penyakit, lemaknya menerangkan, menghilangkan jerawat, bijinya ditumbuk diletakkan pada sengatan kalajengking maka sembuh, perasan khimadhahnya memutihkan pada roti, menghilangkan tulisan tinta. (Ajaibul Makhluqot, hal:6)


sumber: majalah al kaustar edisi 62

Jumat, 02 Maret 2012

Pengertian Psikologi


Secara etimologi, psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan kata logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Sehingga psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat ilmu jiwa.
Namun demikian ada pendapat berbeda yang disampaikan oleh Gerungan, bahwa psikologi dan ilmu jiwa itu berbeda, karena asal makna kata spikologi yang berarti ilmu jiwa hanya terjemahan semata.
Ilmu jiwa merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari yang memiliki arti lebih luas daripada psikologi, yakni meliputi pemikiran, pengetahuan, tanggapan, khayalan, dan berbagai spekulasi mengenai jiwa. Sedangkan psikologi merupakan istilah scientific atau ilmu pengetahuan yang memiliki corak ilmiah tertentu. Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang dimufakati sarjana-sarjana psikologi modern. Dengan demikian jalaslah perbedaan antara ilmu jiwa dan psikologi, bahwa ilmu jiwa itu belum tentu psikologi, tetapi psikologi itu senantiasa ilmu jiwa.
Serupa dengan ilmu pengetahuan yang lain psikologi sebagai ilmu memiliki sifat yang objektif dalam  hasil penelitiannya atau cara pengambilan kesimpulannya. Selain itu sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga memiliki fungsi-fungsi tertentu, yakni:
a.       Mandeskripsikan; tugas untuk menggambarkan secara jelas hal-hal yang dipermasalahkan
b.      Menerangkan; tugas untuk menerangkan keadaan atau kondisi yang mendasari terjadinya suatu peristiwa tertentu.
c.       Menyusun teori; tugas untuk mencari dan merumuskan hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan mengenai hubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa lain.
d.      Membuat prediksi; tugas untuk membuat ramalan (prediksi ) mengenai hal-hal yang mungkin terjadi atau gejala yang mungkin akan muncul.
e.       Melakukan control; tugas untuk mengendalikan atau mengatur peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala.
Disamping memiliki tugas-tugas tersebut, sebagai suatu ilmu psikologi juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Objek tertentu.
b.      Metod pendekatan atau penelitian tertentu.
c.       Memiliki latarbelakang atau riwayat tertentu.
d.      Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap objeknya.
Pengertian Psikologi
Mengenai pengertian psikologi, para ahli memiliki pandagan-pandangan yang berbeda. Hal ini disebabkan masing-masing ahli memiliki latar belakang bidang studi dan metode pendekatan yang diterapkannya. Seperti yang dikemukakan oleh Dever:
“Psychology: as a branch of science, psychology has been defined in various way, according to the particular method of approach adopted or field of study proposed by the individual psychologist"
Karena psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa maka permasalahan yang pertama kali muncul adalah tentang jiwa. Tidak mudah memeri makna tentang apa itu jiwa. Banyak kata yang menjadi makna dari jiwa misalnya nyawa, sukma, atma, rohani, roh robbani, roh tamyiz, roh hayati, dan lain-lain. Namun umumnya nyaw diartikan sebagai penggerak manusia dimana tanpanya manusia tidak bisa hidup. Demikianlah yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara.
Sedangkan Aristoteles mengatakan tetang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala kehidupan. Menurutnya jiwa atau anima adalah unsur kehidupan, sehigga tiap-tiap makhluk memilikinya. Karena itu aristoteles membagi jiwa menjadi 3 macam:
a.       Anima vegetativa; jiwa atau anima yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan, yang mempunyai kemampuan untuk makan-minum dan berkembang biak.
b.      Anima sensitiva; anima yang terdapat pada hewan, disamping mempunyai kemampuan sebagaimana anima vegetativa juga mempunyai kemampuan-kemampuan berpindah, mengamati, memiliki nafsu, dan menyimpan pengalaman-pengalaman.
c.       Anima intelektiva; jiwa yang yang terdapat pada manusia, anima ini memiliki kemampuan sebagaimana yang terdapat pada hewan, dan ditambah dengan kemampuan berpikir dan berkemampuan.
Menurut Aristoteles anima vegetativa adalah anima tingkat terendah. Kemudian tingkatan selanjutnya adalah anima sensitive. Dan tingkatan tertinggi yaitu anima intelektiva.
Menurut Wundt, psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness), dimana objek kajian utamanya adalah proses-proses elementer dari kesadaran manusia.
Selain itu menurut Woodworth dan Marquis, psikologi merupakan ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional. Dapat dicermati pada penggunan kata oleh para tokoh ini. Wundt menggunakan istilah kesadaran, sedangka woodworth dan marquis menggunakan istilah aktifitas-aktifitas. Namun keduanya sama-sama bertujuan untuk merefleksikan adanya kehidupan kejiwaan.
Menurut Branca (1964), dalam bukunya yang berjudul Psychology: The Science of Behavior, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan psikologi adalah ilmu tentang perilaku. Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Morgan. Ia mengatakan bahwa psychology is the science of human and animal behavior. Karena pada kenyataannya para ahli tidak hanya mempelajari tentang perilaku manusia saja, tetapi juga perilaku hewan, dan hasil pengamatan tersebut juga berguna untuk mengerti tentang keadaan manusia.
Akhirnya muncullah persoalan tentang manakah definisi yang paling tepat untuk menjelaskan  istilah psikologi. Karena sesuatu yang tepat pada seseorang belum tentu tepat bagi orang lain. Namun kiranya apa yang disampaikan oleh Bimo Walgito ini cukup untuk mengartikan istilah psikologi. Dalam bukunya Pengantar Psikologi Umum, Bimo mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu yang meneliti serta mempelajari tentang perilaku atau aktifitas-aktifitas manusia, dan perilaku serta aktifitas-aktifitas itu  sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Perilaku atau aktifitas-aktifitas yang dimaksud oleh Bimo adalah akifitas-aktifitas yang meliputi  perilaku yang nampak (overt behaviour) dan juga perilaku yang tidak nampak atau (inert behavior).(2004:10)

sumber: Walgito, Bimo.2004.Pengantar Psikologi Umum.ANDI: Yogyakarta.