Jumat, 02 Maret 2012

Pengertian Psikologi


Secara etimologi, psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan kata logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan. Sehingga psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa atau disingkat ilmu jiwa.
Namun demikian ada pendapat berbeda yang disampaikan oleh Gerungan, bahwa psikologi dan ilmu jiwa itu berbeda, karena asal makna kata spikologi yang berarti ilmu jiwa hanya terjemahan semata.
Ilmu jiwa merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari yang memiliki arti lebih luas daripada psikologi, yakni meliputi pemikiran, pengetahuan, tanggapan, khayalan, dan berbagai spekulasi mengenai jiwa. Sedangkan psikologi merupakan istilah scientific atau ilmu pengetahuan yang memiliki corak ilmiah tertentu. Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang dimufakati sarjana-sarjana psikologi modern. Dengan demikian jalaslah perbedaan antara ilmu jiwa dan psikologi, bahwa ilmu jiwa itu belum tentu psikologi, tetapi psikologi itu senantiasa ilmu jiwa.
Serupa dengan ilmu pengetahuan yang lain psikologi sebagai ilmu memiliki sifat yang objektif dalam  hasil penelitiannya atau cara pengambilan kesimpulannya. Selain itu sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga memiliki fungsi-fungsi tertentu, yakni:
a.       Mandeskripsikan; tugas untuk menggambarkan secara jelas hal-hal yang dipermasalahkan
b.      Menerangkan; tugas untuk menerangkan keadaan atau kondisi yang mendasari terjadinya suatu peristiwa tertentu.
c.       Menyusun teori; tugas untuk mencari dan merumuskan hukum-hukum atau ketentuan-ketentuan mengenai hubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa lain.
d.      Membuat prediksi; tugas untuk membuat ramalan (prediksi ) mengenai hal-hal yang mungkin terjadi atau gejala yang mungkin akan muncul.
e.       Melakukan control; tugas untuk mengendalikan atau mengatur peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala.
Disamping memiliki tugas-tugas tersebut, sebagai suatu ilmu psikologi juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Objek tertentu.
b.      Metod pendekatan atau penelitian tertentu.
c.       Memiliki latarbelakang atau riwayat tertentu.
d.      Sistematika yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap objeknya.
Pengertian Psikologi
Mengenai pengertian psikologi, para ahli memiliki pandagan-pandangan yang berbeda. Hal ini disebabkan masing-masing ahli memiliki latar belakang bidang studi dan metode pendekatan yang diterapkannya. Seperti yang dikemukakan oleh Dever:
“Psychology: as a branch of science, psychology has been defined in various way, according to the particular method of approach adopted or field of study proposed by the individual psychologist"
Karena psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa maka permasalahan yang pertama kali muncul adalah tentang jiwa. Tidak mudah memeri makna tentang apa itu jiwa. Banyak kata yang menjadi makna dari jiwa misalnya nyawa, sukma, atma, rohani, roh robbani, roh tamyiz, roh hayati, dan lain-lain. Namun umumnya nyaw diartikan sebagai penggerak manusia dimana tanpanya manusia tidak bisa hidup. Demikianlah yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara.
Sedangkan Aristoteles mengatakan tetang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala kehidupan. Menurutnya jiwa atau anima adalah unsur kehidupan, sehigga tiap-tiap makhluk memilikinya. Karena itu aristoteles membagi jiwa menjadi 3 macam:
a.       Anima vegetativa; jiwa atau anima yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan, yang mempunyai kemampuan untuk makan-minum dan berkembang biak.
b.      Anima sensitiva; anima yang terdapat pada hewan, disamping mempunyai kemampuan sebagaimana anima vegetativa juga mempunyai kemampuan-kemampuan berpindah, mengamati, memiliki nafsu, dan menyimpan pengalaman-pengalaman.
c.       Anima intelektiva; jiwa yang yang terdapat pada manusia, anima ini memiliki kemampuan sebagaimana yang terdapat pada hewan, dan ditambah dengan kemampuan berpikir dan berkemampuan.
Menurut Aristoteles anima vegetativa adalah anima tingkat terendah. Kemudian tingkatan selanjutnya adalah anima sensitive. Dan tingkatan tertinggi yaitu anima intelektiva.
Menurut Wundt, psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness), dimana objek kajian utamanya adalah proses-proses elementer dari kesadaran manusia.
Selain itu menurut Woodworth dan Marquis, psikologi merupakan ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional. Dapat dicermati pada penggunan kata oleh para tokoh ini. Wundt menggunakan istilah kesadaran, sedangka woodworth dan marquis menggunakan istilah aktifitas-aktifitas. Namun keduanya sama-sama bertujuan untuk merefleksikan adanya kehidupan kejiwaan.
Menurut Branca (1964), dalam bukunya yang berjudul Psychology: The Science of Behavior, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan psikologi adalah ilmu tentang perilaku. Begitu pula dengan yang disampaikan oleh Morgan. Ia mengatakan bahwa psychology is the science of human and animal behavior. Karena pada kenyataannya para ahli tidak hanya mempelajari tentang perilaku manusia saja, tetapi juga perilaku hewan, dan hasil pengamatan tersebut juga berguna untuk mengerti tentang keadaan manusia.
Akhirnya muncullah persoalan tentang manakah definisi yang paling tepat untuk menjelaskan  istilah psikologi. Karena sesuatu yang tepat pada seseorang belum tentu tepat bagi orang lain. Namun kiranya apa yang disampaikan oleh Bimo Walgito ini cukup untuk mengartikan istilah psikologi. Dalam bukunya Pengantar Psikologi Umum, Bimo mengatakan bahwa Psikologi merupakan suatu ilmu yang meneliti serta mempelajari tentang perilaku atau aktifitas-aktifitas manusia, dan perilaku serta aktifitas-aktifitas itu  sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Perilaku atau aktifitas-aktifitas yang dimaksud oleh Bimo adalah akifitas-aktifitas yang meliputi  perilaku yang nampak (overt behaviour) dan juga perilaku yang tidak nampak atau (inert behavior).(2004:10)

sumber: Walgito, Bimo.2004.Pengantar Psikologi Umum.ANDI: Yogyakarta.

Sabtu, 11 Juni 2011

Dengarkan Tuhan

Sayang….
Apa mau kita?
Apa hendak kita?
Tak pernah sejalan
Kita berbeda dalam banyak hal
Kecuali Cinta
Mampukah kita menggempur segala itu
Dengan sesuatu yang lembut bernama cinta
Mampukah yang merasuk halus bernama cinta
Menyatukan yang berbeda?
Sayang….
Berapa banyak lagi air mata ini berkilau-kilau deras dimata?
Sayang….
Berapa banyak lagi hendak menorehkan perih?
Sayang ….
Berapa kuat lagi saling menyakiti?
Sayang….
Berapa lama lagi ketegaran itu bertahan?
Sayang….
Mungkin saatnya kita mendengarkan Tuhan
Mungkin saatnya kita melihat kenyataan
Mungkin saatnya kita tak membantahNya
Bahwa kita tak mampu memaksaNya
Menyatukan kita

By: Lina Lathifah(10 Juni 2011)

Lelah, Akhiri???

Lelah…
Meremuk kegusaran hati
Sukar memaknai setiap hasrat hati
Apa?
Mengapa?
Tersesat dalam pemaknaan diri
Lalu….
Mengakhirinya….
Namun, tak berdaya
Bukankah…
Semua telah lelah dalam kekacauan hati
Paksakan untuk bertahan,
Air mata???
Sampai kapan???
Lalu harus bertahan lebih tangguh???
Lelah…
Aku sudah lelah sayank….
Diakhirikah???

Jumat, 22 April 2011

Tuhan Memahamiku

Tuhan....
aku bukan hambamu yang baik
tapi ingin menjadi baik

Tuhan....
aku ini bukan hambamu yang taat
tapi aku masih terlena maksiat

Tuhan....
aku ini bukan hambamu yang sempurna
tapi aku masih menyembah pada yang sempurna

Tuhan....
aku sungguh malu meminta padaMu
namun aku takut menjadi sombong padaMu

Tuhan....
aku sungguh putus asa kasih sayangMu
namun aku takut menjadi angkuh padaMu

Tuhan....
aku hamba yang berlari....
kadang menjauhiMu
tapi kau tangkap dan peluk aku lagi
atau
kadang mendekatiMu
tapi kulampaui hakikatMu
ku bilang aku itu Engkau

Tuhan....
aku ingin cahayaMu yang terang
cahaya yang memelukku dalam pekatnya gelap
"dunia fana"
Tuhan....
aku haus ilmuMu
sungguh engakau memahamiku
aku salah karena tak mencapai ilmuMu
tapi aku percaya
Engkau
memahamiku

Senin, 07 Maret 2011

Rencana Tuhan

aku sudah malu memintamu kembali
untuk memaafkan keegoisanku lagi
aku tak akan memintamu kembali
biar Tuhan yang mengembalikanmu
aku percaya rencana Tuhan selalu indah
walau sekarang aku harus menangis
jika harinya datang aku percaya aku bisa tersenyum

Kamis, 10 Februari 2011

Aku Suka CaraMu

Engkau beri aku sakit
Biarkan aku merasakannya
HendakMu agar aku pahami
Bagaimana cintaMu
Nikmatnya sehat yang engkau beri
Bukti keharusan syukurku

Engkau berikan aku keterbatasan
Biar aku sadar betapa tersiksanya
InginMu agar aku punya hati
Berbagi apa yang belum termiliki
Indahnya saling melengkapi
Keterbatasan ini terhapus kebersamaan

Engkau ceritakan aku kesedihan
Biar aku tak lupa diri dalam senang
Selayaknya putaran roda
Itulah gambar kehidupan
Berganti sesukanya.
Tanpa menunggu kompromi tapi pasti

Engkau biarkan aku dalam Tanya
Hikmah apa dibalik kekuasaanMu
Lepaskan aku dalam kejaran waktu
Mencari yang sering sukar kupahami
Demikianlah Engkau
Tapi aku suka caraMu mencintaiku

Jumat, 28 Januari 2011

APA SALAH DIRIKU

Aku tak punya hati untuk biarkanmu
Melihatmu tak berdaya sangat menggangguku
Meski dalam kemampuanmu
Kau tak pernah melihatku
Aku tidak bisa membiarkanmu
Meski sering kau abaikan aku
Ku coba mencari apa salahku
Ketidak pedulianmu padaku
Kau pun tak pernah mendengar kataku
Tapi malah kau benci aku
Kau kata aku sok tahu
Kenapa kau lakukan
Benci kah kau padaku
Kupikir kau kawan
Tapi kau anggap aku lawan
Kau pikir aku syetan
Tapi aku anggap kau teman
Tidakkah pantas kupertanyakan
Apa salahku, kau beginikan aku

Pare, Kediri, 28 January 2011.